Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Setting MACD untuk Scalping Agar Untung

Bagaimana tips setting MACD untuk scalping agar untung? Bagi trader yang ingin mencoba teknik scalping sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tips melakukan pengaturan macd.

Setiap trader memang memiliki caranya sendiri dalam trading. Namun, saat ini gaya scalping cukup banyak dilakukan oleh trader untuk meningkatkan potensi keuntungan.

Apa Itu Scalping?

Meskipun scalping sudah banyak dilakukan tetapi pada kenyataannya masih cukup banyak juga trader yang belum mengetahui tentang strategi ini. Sebelum mempelajari tips setting MACD untuk scalping ada baiknya memahami terlebih dahulu tentang strategi trading yang satu ini.


Scalping adalah gaya atau strategi trading yang dilakukan trading untuk memprediksi keuntungan. Pada umumnya scalping dilakukan dengan frame waktu yang dekat yaitu dari M5 sampai M30. Dengan waktu transaksi yang cukup singkat trader bisa masuk posisi terbaik beberapa kali dalam sehari.

Strategi scalping sangat cocok bagi trader yang ingin bermain trading dalam waktu singkat. Sekilas scaping mirip seperti teknik day trading. Hanya saja day trading harus dilakukan para trader setiap hari. Sementara itu teknik scalping bisa dilakukan kapanpun tanpa terikat oleh waktu.

Strategi trading yang satu ini juga cocok dilakukan bagi para trader pemula yang pengalaman yang masih minim. Dengan melakukan scalping trader tidak perlu melakukan analisis apapun.


Tips Setting MACD untuk Strategi Scalping yang Menguntungkan

Meskipun scalping terlihat mudah dan cocok untuk trading jangka pendek, tetapi trader pemula banyak yang belum memahaminya. Oleh karena itu sebaiknya bagi para trader mengetahui tips berikut ini agar untung ketika melakukan strategi scalping dengan pengaturan Macd:

1. Atur Frame Waktu 15 Menit

Tips pertama yang tidak boleh disepelekan bagi para trader yang ingin melakukan pengaturan MACD untuk scalping yaitu mengatur frame waktu 15 menit. Sebetulnya memilih frame waktu dalam trading bukan sekedar periode waktu panjang atau pendeknya untuk menentukan posisi harga.

Dengan menentukan frame waktu trader juga harus menyesuaikan dengan kondisi pasar. Frame waktu 15 menit adalah waktu yang ideal dan cukup untuk menunggu perkembangan harga aset. Jadi bagi para trader yang masih kebingungan menentukan frame waktu sebaiknya pilihlah opsi 15 menit.

2. Mainkan Indikator Moving Average

strategi scalping juga sangat mengandalkan indikator trading seperti Moving Average. Seperti diketahui indikator yang satu ini banyak digunakan oleh para trader karena cocok dikombinasikan untuk berbagai strategi trading.

Nah dalam strategi scalping sebaiknya trader mengatur indikator moving average dengan nilai MA9. Nilai tersebut dapat mengidentifikasi tren pasar sekaligus melihat perkembangan titik jual dan titik beli yang berpotensi menguntungkan.

3. Mainkan Pola Candlestick

Untuk mendapatkan hasil dari strategi scalping yang lebih memuaskan, menggunakan indikator moving average saja tidak cukup. Ada baiknya trader juga gunakan pola candlestick.

Pola ini bisa digunakan untuk menentukan di mana titik jual dan titik beli yang diinginkan. Kemudian beredar harus memperhatikan Bagaimana perkembangan pola yang ditunjukkan oleh grafik.

4. Tentukan Pair Aset yang Sesuai

Selain beberapa tips di atas masih ada satu lagi yang sering disepelekan oleh para trader. Yaitu, memilih pair dari aset trading yang sesuai dan paling potensial.

Bagi para pemula mungkin hanya memilih pasangan aset berdasarkan trennya. Padahal sebaiknya trading bisa memprediksi pasangan aset mana saja yang perkembangan harganya sangat dinamis sehingga bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.


Jadi, jangan asal memilih pair ya. Trader bisa mencari berita aset mana saja yang saat ini perkembangan harganya sendang melonjak. Itulah beberapa tips setting MACD untuk scalping yang menguntungkan. Lakukanlah tips tersebut jika ingin lebih sukses dalam trading.

Posting Komentar untuk "Tips Setting MACD untuk Scalping Agar Untung"